Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

Desember

Perempuan tua itu masih memandang jendela yang berembun bekas hujan tadi malam. Dibukanya lebar-lebar pintu jendela kamarnya, hingga angin dingin dengan sembrono masuk ke dalam ruangan, menyakiti kulitnya yang mulai menua. Arah matanya memandang ke arah langit yang muram masih mendung, tapi hujan sudah berhenti sejak subuh tadi. Masih pukul 6 pagi hari itu. Kelopaknya yang keriput mengerjap sesekali, kemudian menetes hujan asin dari sana. Ia menangis dalam diam. Dalam hati ia merapalkan doa-doa yang ditangkap udara pagi dan dibawa kepada Sang Pencipta semesta. Sudah dua jam ia berdiam duduk di depan jendela kamarnya. Kalender di kamarnya bergoyang, angin masuk membuat bulan-bulan di dalam kalender berdesakan keluar. Berebut mengambil tempat untuk menonton sang empunya kamar yang terdiam di dekat jendela.  Maret, April dan Agustus duduk di atas buku-buku yang masih terbuka  lembarannya, bekas di baca. Januari dan Februari asik memainkan kotak musik tua di dekat meja baca,...

bosan.

Mom(ster).

“kalau tua nanti mama nggak mau ikut ayu ah. Nanti mama diambekin terus. Mama mau tinggal sendirian aja..” Barusan saya baru saja keluar dari kamar mama. Kami sering tidur berhadapan di kamarnya. Tertawa, atau saya sekedar menemaninya nonton televisi sambil membaca. Terkadang berbagi cerita, tentang apa saja. Tak jarang pembicaraan kami justru berujung pada perdebatan. Apalagi soal keyakinan, pendidikan, lalu kegemaran. Saya selalu jadi oposisinya dalam hal memandang orang lain. ibu saya adalah tipe orang tak ingin kalah mesti ia sadar pendapatnya sudah saya patahkan mentah-mentah. Dan pada akhirnya ia menggunakan otoritasnya sebagai orang tua yang telah memberikan saya hidup, saya selalu yang terakhir mengalah sambil tersenyum dalam hati. Mama tak ingin kelihatan kalah di depan anaknya sendiri. Cerita kegemarannya adalah tentang bagaimana proses dia melahirkan saya, bagaimana sulitnya menjadi ibu dari anak prematur yang sering sakit-sakitan, dan pada akhirnya ia menyalahkan saya...
setiap pilihan yang saya ambil pasti ada resikonya. termasuk yang satu ini. perihal saya nggak suka diatur. saya juga bukan orang yang suka mengatur. cinta emang sengit, kita kerjaannya cuma tarik menarik. ah ngomong apa sih ini.

Satu

     Terdengar suara dering telepon genggam berdering dari balik dua tubuh yang masih meringkuk dibalik selimut. Adrian melepas pelukannya pada punggung polos milik seorang wanita yang masih terlelap disampingnya. Entah siapa namanya. Adrian lupa, mungkin Ely, atau Mil l y, atau bisa jadi Riri. Adrian merenggangkan tubuhnya sejenak, dilihatnya layar telepon genggamnya yang sudah berhenti berdering, sebuah pesan teks tertera di layarnya. Fri , 4 nov 201 1 Received 07:00 am Asami : Mas. Selamat pagi. Bagaimana Makassar? Jangan lupa sarapan ya. Oh, ya di Jakarta hujan lebat. Saya menginap di rumah Hana. Nanti kalau pulang hati-hati ya.     Adrian tersenyum datar. Kemudian beranjak bangun lantas memakai kemejanya. Kemudian pergi setelah menuliskan sesuatu dikertas dan menyelipkannya ke dalam sepatu hak tinggi berbahan beludru merah muda di atas lantai.     Pagi itu Asami sudah mengenakan gaun biru muda panjang dengan cardigan rajut...

Belajar

membaca mu seperti sebuah buku setiap halaman dalam sanubari mu lalu menulisnya kembali jadi puisi sesuatu yang selalu ingin diisi membaca mu seperti sebuah buku mengeja baris demi baris sampai jemu ku tandai setiap bagian yang sulit ku cerna dan ku jadikan pelajaran yang mengena membaca mu seperti sebuah buku tapi kau tetap bukan sebuah buku maka kau boleh salahi aku, yang hanya membaca mu seperti sebuah buku. . minggu, 11 November 2012 00:27 Ms. A,

halo!

halo! akhirnya setelah melewati liburan semester 4 paket lengkap dengan puasa dan lebaran, kita minal aidin dulu kali ya! :) fiuuuh. sudah lama ya tidak menulis di blog. saya memang sengaja menghindari menulis karena eng..... saya sedang mengalami masa-masa tidak baik selama liburan. istilah bagi saya, masa intropeksi hehehe. nanti kalau nulis malah jadi mengandung unsur sara, seks, dan politik (lho?) hehehe enggak deng. nanti malah lebay tulisannya. karna saya termasuk penulis yang senang mengandalkan mood hehe. makannya ga produktif. nah baru satu paragraf, mood saya langsung teriak : makan aja dulu udah siang, ngeblognya nanti lagi aja! itu bukan mood sih itu namanya LAPER. oke mari kita makan dulu bung nona sekalian! jangan lupa makan pagi, siang, malem. karna makan itu penting. kalo kata diskusi pas kite kuliah SKI, manusia melakukan segalanya kadang berawal dari kebutuhan perut. hehe. hayuk makan dulu lah! Ms. A,

Nona Jakarta (2)

http://swa.co.id/business-research/tripadvisor-jakarta-kota-wisata-termurah-di-dunia duh Nona, pagi begini sudah bersolek jangan sampai dapat jodoh yang jelek apalagi cuma sok intelek duh Nona, pagi begini sudah bersenandung atau yang ditunggu belum juga datang mendung, apa nanti tak takut tersandung, kalau banjir semua mendadak nyinyir anak-anak dipinggir kali cuma bisa pada nyengir duh Nona, apa tak sadar kalau sudah tua semua masih datang ingin memperkosa mentang-mentang punya kuasa http://www.jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/04/14/kemiskinan-dan-permukiman-kumuh-di-perkotaan/ kamis, 20 September 2012 08:00 Ms. A,

suatu hari di sebuah senja..

"selamat datang di toko Kehidupan" sang pemilik toko tersenyum semanis mungkin. "segalanya tersedia disini" "mau cari apa?" yang ditanya diam saja "pasti bingung ya.." pemilik toko memanggil pelayannya, membisiki sesuatu. tak lama kemudian pelayan yang dibisiki pergi ke gudang lalu kembali lagi membawa kotak-kotak dengan berbagai macam ukuran. "nah ini mas, ini yang paling dicari sama orang-orang disini" sang pemilik toko menunjukan beberapa kotak besar bertuliskan 'Kebahagiaan' "saya mau satu" jawab pemuda yang matanya tak lepas dari puluhan kotak-kotak di belakang pemilik toko. "ada berbagai macam persepsi dan ukuran mas, mas mau yang mana?" "yang ini saja.." tangannya gemetar menunjuk sebuah kotak bertuliskan 'Kebahagiaan' yang paling kecil ukurannya. "be.. be-ra-pa?" tanyanya dengan suara sedikit takut. takut uangnya tak cukup. sang pemilik toko dengan tegas me...
aku suka sepasang matanya rasa cokelat dan stroberi semalam kami meniti pelangi berkelana menangkapi mimpi-mimpi aku suka pipi gemuknya senyum manis serupa gula-gula kalau nanti kau tumbuh dewasa kau selalu tau ku simpan gelak tawa rasa es krim vanila milik kita, 31 Mei 2012 Ms. A,

stupido

kesel sama diri sendiri itu emang bikin gregetan. tugas paper SNI masih belum kelar-kelar, perpanjangan waktu biar pun cuma 4 hari malah bikin gue makin seenak jidat. leye-leye setiap hari. sialnya, kalo pulang ke rumah, gue lagi akrab banget sama nyokap, dari mulai ngomongin abang-abang ganteng bersorban di tivi, sampe betapa kerennya Siska Soewitomo, sampe pas jumat terakhir pulang pas akhirnya tumbang dan sakit, nyokap pula yang ngurusin segala ngompres dan ngelonin gue tidur. ditambah dindut yang lagi libur sekolah, bisa gue ajak nonton film-filmnya Will Smith di tv. sampe tengah malem, dan ga ada yang bawelin, kecuali kalo dindut udah ketawa cekakakan keterlaluan. rumah memang tempat berpulang paling nyaman hehe. balik lagi ke SNI, hari kamis kemaren, gue memang ga melakukan apapun di kosan, hidup gue udah kaya babi sama sipa. makan di kamar, abis makan tidur begitu seterusnya. dosennya nyuruh baca buku ong hok ham, tapi gue nyentuh pun enggak. entah kenapa gue lebih suka diajar b...

Rumah (bag-2)

Ku lihat kau terdiam di persimpangan maka jadikanlah aku rumah tempat mu menyatukan segala yang retak menampung duka dan lara mu  menyanyikan mu sajak-sajak pengantar tidur yang nyenyak maka jadikanlah aku rumah tempat pulang dan hati mu singgah jadikan aku tempat kau mengadu kelu kesah yang akan mendongengkan  menyempurnakan mu dalam kisah Sabtu, 26 Mei 2012 Ms. A,

Rumah

Pintunya kau buat dari rintikan air mata Tuhan Daun jendelanya dari kayu jati di hutan musim semi Dindingnya kokoh seakan tak pernah roboh Kamar-kamar yang menentramkan seperti teh hangat buatan ibu Ruang tamu yang akan penuh celoteh si kecil yang minta di peluk Kebun kecil di beranda yang kau tanami dengan cinta Lili,mawar dan anggrek bulan seperti gadis-gadis yang melentik genit Dan sebuah ayunan kecil yang mengayun pelan di belai angin Talinya erat seperti genggaman tangan kita sewaktu pertama jumpa Pagarnya di rambati tanaman buah anggur segar dari surga Burung-burung parkit kecil bersenda gurau di beranda Bahkan ranting, dedaunan, tanah, batu, dan pasirnya pun bernyawa Rumah kita, 07-07-2009 Ms. A,

karma

Oh sang penanam jagung! kala mentari berhenti terbang ke pelupuk mata masihkah kau dapat menghargainya? siramilah ladang mu dengan kerinduan dan pupuki dengan doa tapi awas ada serigala! serigala senang merusak apa saja merusak segala yang kau tanam pertajam mata dan telinga mu namun jangan kau tembak ia dengan senapan atau melukainya dengan mata tombak karna kita percaya tugas kita hanya menjaga dan, "yang kau semai adalah yang akan kau tuai" dan petiklah jagung-jagung ranum mu, dari hasil perbuatan November 18, 2009 Ms. A,

Desau

Senja yang tenggelam itu milik mu kah? jika pohon oak butuh daun-daun  agar sempurna masanya meranggaskan ribuan elegi  seperti tanah, aku ingin meresapi desah mu yang ditelan bulat malam menerima segala rupa dalam gelisahnya menyimpan tawa dan kecewa mu dalam kotak hiasan yang serupa kenangan dan melarungnya,  jauh, "bawa aku pulang.. segera" jumat 19 maret 2010 Ms. A,

udah malem.

udah malem, tugas numpuk, tulisan-tulisan bebas berenti gitu aja, antara males dan banyak mau hehe. muak banget kalo denger kata astim. barusan maskeran tapi tumpah. lengkap bener hidup yang agak absurd ini.. eh iya. baru sadar akhir-akhir ini.. kadang-kadang saya bersyukur saya kadang 'invisible' atau ga terlalu keliatan menonjol di mata umum, entah itu dosen, temen sekelas, sejurusan apalagi sekampus. semacam keberuntungan dalam kemalangan hahaha apalah. setelah sadar bahwa dunia perkuliahan aneeeeeeh sekali. bukan aneh tapi agak, hmmmmm gimana ya, 'membuat dahi berkerut' . thats why, lebih baik gue jadi tembok yang ga diperhatiin. sudahlah. udah malem. ga malem aja gue ngaco. selamat ke alam mimpi! Ms. A,

Ego

Rahwana : Bagaimanakah? Menyederhanakan Sebuah degup Ketika detak-detak Menggedor rasa kebanggaan yang tak mungkin retak Berubah jadi detik-detik Meleleh melewati mata mu yang lentik Kita diam, berlari berusaha mengejar Ia tak pernah kalah Sekedar pura-pura mengalah Seperti ketika di atas meja judi Dan lagi-lagi aku jadi Drupadi Dengan erat masih ku peluk : harga diri Ku tantang, seberapa jauh kah kau mampu berdiri Dengan tombak dan panah mu Dengan gagah dan buas mu Merobek kebanggaan diri Ternyata Kau, Rahwana. Dan kita berbeda cerita Berbeda derita Lantas bukan berarti aku tak tergoda -Drupadi. Ms. A,

kecap

Diam dalam mulut mu  berarti rindu yang dirasa manis gurih jadi harmoni bersimpul rapi pagelaran istimewa dalam katup bibir Duh, saking sukanya saya makan kecap hahahaha

Larangan

Sudah ku bilang hutan ini hanya akan penuh duri, Namun tetap kau sibaki Sudah ribuan mil kaki mu menjejak Ingin rasanya ku patahkan, agar kau terhenti sampai di sini Sudah ku larang kau mengarungi samudera ini Yang kau temui hanya akan membuat mu memerih Sudah berkali sumpah serapah keluar Agar kau menjauhi, menghentikan perjalanan hina ini Lalu aku ingin jadi hujan dan petir Supaya lekas kau pulang dan berteduh di hati yang lain Lalu aku ingin jadi seekor ular padang pasir Kalau-kalau terpaksa kau, ku sakiti Biar rindu itu mati Kemudian ratusan hari kau di sana, Mencari seseorang yang sibuk menyembunyikan diri Ingin sekali aku bertanya : “mengapa kau begitu menyenangi kemarau dengan panasnya?” ditulis sejak senin, 21 februari 2010. Ms. A,

apakah sudah?

sumpah serapah yang berhambur tubuh-tubuh kerasukan api-api keluar dari mulut dan tangan mereka berubah jadi cambuk, jadi pusaka besi-besi dari langit hujan deras dalam dada apa yang dicari seorang laksamana berseru "Tuhan bersama kita!" foto diambil dari google : tarian kotemporer 'banaspati' dari dalam transjakarta jum'at 30 maret 2012 12.10

home sick

yipie! akhirnya gue boleh ngekost dong! padahal rumah ke kampus cuma 30 menitan kalo ga macet, tapi kalo macet.. bisa 2 jaman bukan jam-an lagi (dari jaman tersier sampai moderen). dengan berat hati setelah Saqi kaka perempuan gue yang kuliah di Binus (doang) ngekost. gue yang merasa kecapean sekaligus iri juga dengan dia, ikut-ikutan mau ngekost lagi pula suasana rumah makin ga kondusif dengan tugas yang menumpuk yang mesti gue garap saban malem. selain buta jakarta, gue juga penakut. jadi dengan dua faktor kebodohan gue tadi itu, gue nemplok di kosannya Sifa yang baik hati dan suka minum susu dancow. mulai bsk gue akan memindahkan barang-barang gue yang segabrek itu ke kosannya sipa. tapi sebelum ngekos gue udah kangen rumah duluan, padahal gue masih ada di rumah. gue bakalan kangen nyiumin pipinya bapak Mali tong-tong sebelum kuliah, dengerin suruhan 'beresin dulu kamarnya!' dari ibu hulek yang sekarang agak kurus karna rajin fitness, saqi kaka super model (majalah tanaman) ...