Skip to main content

halo!

halo!
akhirnya setelah melewati liburan semester 4 paket lengkap dengan puasa dan lebaran, kita minal aidin dulu kali ya! :)
fiuuuh. sudah lama ya tidak menulis di blog. saya memang sengaja menghindari menulis karena eng..... saya sedang mengalami masa-masa tidak baik selama liburan. istilah bagi saya, masa intropeksi hehehe. nanti kalau nulis malah jadi mengandung unsur sara, seks, dan politik (lho?) hehehe enggak deng. nanti malah lebay tulisannya. karna saya termasuk penulis yang senang mengandalkan mood hehe. makannya ga produktif.

nah baru satu paragraf, mood saya langsung teriak : makan aja dulu udah siang, ngeblognya nanti lagi aja!
itu bukan mood sih itu namanya LAPER. oke mari kita makan dulu bung nona sekalian! jangan lupa makan pagi, siang, malem. karna makan itu penting. kalo kata diskusi pas kite kuliah SKI, manusia melakukan segalanya kadang berawal dari kebutuhan perut. hehe. hayuk makan dulu lah!



Ms. A,

Comments

Popular posts from this blog

Surat

Semalam, sebelum matahari membelah dirinya sendiri, dan terbenam bukan pada barat atau timur. Ibu menyuruh ku menutup jendela dan mencegah angin musim dingin masuk dan bertamu. Lalu menyakiti ku yang masih ingin berlindung dalam selimut. yang hangatnya tak pernah lebih atau menang atas rasa hangat yang dari hati mu, pada ku. Dan tiba-tiba saja aku ingin menulis sebuah surat untuk kau, yang sedang berkelana nun jauh entah dimana. Aku ingin tau apa kau juga merasakan dinginnya angin malam musim dingin seperti ku saat ini. Apa kau juga sedang berlindung dalam selimut seperti ku saat ini. Dan yang akan selalu aku ingin ketahui, apa kau juga rindu lalu ingin menulis surat untuk ku seperti yang ku rasakan saat ini. Atau malah kau sedang sibuk menjelajahi dunia, dan lupa pada ku. Lupa pada kita?. Kalau sudah begini aku tak bisa lagi menguasai hati ku sendiri, yang sudah sesak dirasuki rasa keingintahuan ku, atas keberadaan diri mu. Juga dengan hati mu. Ku tulis sebuah surat yang k...

Mudik

Esensi lebaran Meski mengular panjang Tradisi menjamu rindu Yang tak bosan bertamu Kakek nenek semakin renta  Keponakan ramai ceria Sepupu-sepupu yang beranjak dewasa Saudara jauh yg tampan dan jelita Aku masih tetap sediakala Sekedar rindu pada teh kental buatan mu, Ms. A, 

Tubuh Ibu

sebuah rujukan untuk Nya : katakanlah aku “jalang..” karna tak bisa ku penuhi hasrat mu atau, sebut aku “kotor..” kalau tak dapat ku daki tebing tertinggi mu karena di balik kemeja mu lah hidup ku, kau jahit meski aku harus robek dan, memang sudah maka ku beri izin kau untuk pereteli jiwa ku dan silahkan telanjangi nurani ku supaya anak-anak ku berhenti menangis tiap kali lihat seragam dan tidak lagi makan nasi aking.. 22 Desember, 2009 Ms. A,