Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2017

Elegi

Akhirnya semua tiba Pada suatu tenggat Yang memaksa kita harus menetap Menjelma jadi musim-musim yang tak mungkin bersisian Aku serupa kemarau Yang berkali dihujat karena hanya punya panas terik Dan kau begitu tabah, seperti hujan di akhir desember Menutup tahun-tahun kesengsaraan Sampai sekarang Dari kejauhan masih dapat ku dengar suara-suara sekitar Mereka mendengung Serupa para pendeta Merapalkan nama kita dalam doa Doa yang dikirim entah pada siapa Doa-doa yang berakhir meminta Musim panas segera berakhir, atau hujan yang tidak berkepanjangan Agar lebih baik kita tiada saja, Tidak bersisian atau ditakdirkan bersama Sambil menanti pilkada Jakarta putaran kedua, 19 april 2017 03 : 11 Ms. A,