Masih lima belas menit lagi, jam pulang kantor Aku berlari kencang dari ruangan sewaktu dengar berita Di televisi bapak ku mengubur kakinya dalam semen-semen diam - beku dan menyakitkan Ibu ku menjahit mulutnya, bungkam - dengan luka bubut di kakinya yang masih basah Desing traktor pembangunan berlari melewati gedung-gedung marmer bertahta emas, menerobos lampu-lampu lalu lintas yang tak guna, sebab jalan penuh dengan ketidakpuasan, bising suara besi-besi marah, pagi ingin cepat cari uang, malam ingin cepat pulang Ini kaki, lelah berlari ibu dan bapak, menanam padi dan kopi tapi tak tau seperti apa rasanya Aku mengejar senja yang berarak Terlewati juga gang-gang sempit Rumah-rumah bordil Investasi bisnis lendir Tembok kokoh yang dipagari deretan manusia baja Raja-raja kecil Bicara soal tender, investasi, dan negosiasi atas nama orang-orang kere Tawanya nyaring dibawa angin sore Lagi, ku ingat janji bapak ibu bangun sebelum fajar Supaya aku termasuk...