Terdengar suara dering telepon genggam berdering dari balik dua tubuh yang masih meringkuk dibalik selimut. Adrian melepas pelukannya pada punggung polos milik seorang wanita yang masih terlelap disampingnya. Entah siapa namanya. Adrian lupa, mungkin Ely, atau Mil l y, atau bisa jadi Riri. Adrian merenggangkan tubuhnya sejenak, dilihatnya layar telepon genggamnya yang sudah berhenti berdering, sebuah pesan teks tertera di layarnya. Fri , 4 nov 201 1 Received 07:00 am Asami : Mas. Selamat pagi. Bagaimana Makassar? Jangan lupa sarapan ya. Oh, ya di Jakarta hujan lebat. Saya menginap di rumah Hana. Nanti kalau pulang hati-hati ya. Adrian tersenyum datar. Kemudian beranjak bangun lantas memakai kemejanya. Kemudian pergi setelah menuliskan sesuatu dikertas dan menyelipkannya ke dalam sepatu hak tinggi berbahan beludru merah muda di atas lantai. Pagi itu Asami sudah mengenakan gaun biru muda panjang dengan cardigan rajut...