Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2018

Janji

Jakarta, 1996 Hujan mulai berhenti menetes, meninggalkan genangan-genangan air di jalan-jalan yang permukaannya tak rata. Hari itu tubuh ku bagai habis berlari tiga kali keliling Gelora Bung Karno. Letih sekali rasanya, sebab hari ini di kantor penuh dengan berita-berita politik yang masih ramai diperbincangkan, aktivis-aktivis partai yang menyatakan oposisi pemerintah semakin galak dan berani menggelar demo-demo yang menyentak wajah pemilik rezim. Aku bukan salah satunya, aku hanya seorang wartawan, yang kebetulan bekerja di kantor berita yang konsentrasi pada berita politik dan budaya. Kaki ku sampai pada sebuah rumah sederhana dengan gaya khas rumah-rumah di Jogja. Pemiliknya memang seorang yang lahir dan menempa pendidikan di sana, seorang lelaki berumur 35 tahun keluar rumah dan membukakan pagar untuk ku. “pulangnya malem banget sih kamu, sudah makan belum? Tas mu kenapa bisa sampai kucel begitu sih? Hari minggu nanti kita ke Sarinah ya, beli yang baru ah…”. Belum sempa...