Akhirnya semua tiba
Pada suatu tenggat
Yang memaksa kita harus menetap
Menjelma jadi musim-musim yang tak mungkin bersisian
Aku serupa kemarau
Yang berkali dihujat karena hanya punya panas terik
Dan kau begitu tabah, seperti hujan di akhir desember
Menutup tahun-tahun kesengsaraan
Sampai sekarang
Dari kejauhan masih dapat ku dengar suara-suara sekitar
Mereka mendengung
Serupa para pendeta
Merapalkan nama kita dalam doa
Doa yang dikirim entah pada siapa
Doa-doa yang berakhir meminta
Musim panas segera berakhir, atau hujan yang tidak
berkepanjangan
Agar lebih baik kita tiada saja,
Tidak bersisian atau ditakdirkan bersama
Sambil menanti pilkada Jakarta putaran kedua, 19 april 2017
03 : 11
Ms. A,
Comments
Post a Comment