Skip to main content

home sick

yipie! akhirnya gue boleh ngekost dong! padahal rumah ke kampus cuma 30 menitan kalo ga macet, tapi kalo macet.. bisa 2 jaman bukan jam-an lagi (dari jaman tersier sampai moderen). dengan berat hati setelah Saqi kaka perempuan gue yang kuliah di Binus (doang) ngekost. gue yang merasa kecapean sekaligus iri juga dengan dia, ikut-ikutan mau ngekost lagi pula suasana rumah makin ga kondusif dengan tugas yang menumpuk yang mesti gue garap saban malem. selain buta jakarta, gue juga penakut. jadi dengan dua faktor kebodohan gue tadi itu, gue nemplok di kosannya Sifa yang baik hati dan suka minum susu dancow. mulai bsk gue akan memindahkan barang-barang gue yang segabrek itu ke kosannya sipa. tapi sebelum ngekos gue udah kangen rumah duluan, padahal gue masih ada di rumah. gue bakalan kangen nyiumin pipinya bapak Mali tong-tong sebelum kuliah, dengerin suruhan 'beresin dulu kamarnya!' dari ibu hulek yang sekarang agak kurus karna rajin fitness, saqi kaka super model (majalah tanaman) yang suka ngajak ribut, fajar adek gue yang paling bersih, dinduuuut aaah tidak siapa yang akan gue suruh2 lagi nanti kalo ga ada dindut! siapa yang gue cubitin lagi kalo lagi tidur? siapa yang rela gue aniyaya kalo lagi bosen?  aaaaaaaaaaaah dinduuuuut How do I live without you?, I want to know, How do I breathe without you? If you ever go, How do I ever, ever survive, How do I, how do I, oh how do I live (lagunya Leann Rime - How Do I Live, yang gue copas biar mendramatisir keadaan gue dan dinduts hehe). dan, semoga sipa sabar menghadapi gue yang ga suka mandi dan beres-beres. semoga sifa tabah menghadapi kelakuan gue yang cantik, imut dan feminim ala-ala putri keraton ini :p semoga sifa ga makin gendut karna ada gue yang suka nyemil! dan akhir kata, semoga sipa kaga baca blog gue. amiiiin.










btw, its saturday nite! Cheers! ;D


Ms. A,

Comments

Popular posts from this blog

Surat

Semalam, sebelum matahari membelah dirinya sendiri, dan terbenam bukan pada barat atau timur. Ibu menyuruh ku menutup jendela dan mencegah angin musim dingin masuk dan bertamu. Lalu menyakiti ku yang masih ingin berlindung dalam selimut. yang hangatnya tak pernah lebih atau menang atas rasa hangat yang dari hati mu, pada ku. Dan tiba-tiba saja aku ingin menulis sebuah surat untuk kau, yang sedang berkelana nun jauh entah dimana. Aku ingin tau apa kau juga merasakan dinginnya angin malam musim dingin seperti ku saat ini. Apa kau juga sedang berlindung dalam selimut seperti ku saat ini. Dan yang akan selalu aku ingin ketahui, apa kau juga rindu lalu ingin menulis surat untuk ku seperti yang ku rasakan saat ini. Atau malah kau sedang sibuk menjelajahi dunia, dan lupa pada ku. Lupa pada kita?. Kalau sudah begini aku tak bisa lagi menguasai hati ku sendiri, yang sudah sesak dirasuki rasa keingintahuan ku, atas keberadaan diri mu. Juga dengan hati mu. Ku tulis sebuah surat yang k...

Mudik

Esensi lebaran Meski mengular panjang Tradisi menjamu rindu Yang tak bosan bertamu Kakek nenek semakin renta  Keponakan ramai ceria Sepupu-sepupu yang beranjak dewasa Saudara jauh yg tampan dan jelita Aku masih tetap sediakala Sekedar rindu pada teh kental buatan mu, Ms. A, 

Tubuh Ibu

sebuah rujukan untuk Nya : katakanlah aku “jalang..” karna tak bisa ku penuhi hasrat mu atau, sebut aku “kotor..” kalau tak dapat ku daki tebing tertinggi mu karena di balik kemeja mu lah hidup ku, kau jahit meski aku harus robek dan, memang sudah maka ku beri izin kau untuk pereteli jiwa ku dan silahkan telanjangi nurani ku supaya anak-anak ku berhenti menangis tiap kali lihat seragam dan tidak lagi makan nasi aking.. 22 Desember, 2009 Ms. A,