Negeri ku memang sudah tua,
Jadi ingatannya juga terkadang jadi pelupa
Terlebih lagi sekarang ini akan ada pesta,
Yang di stempeli demokrasi katanya
Seperti kerbau yang dicucuk hidungnya
Langsung senang kalau di suguhi panggung besar dengan penyanyi dangdut bergincu merah,
Lalu lupa kalau di tempat yang sama pernah ada hujan air mata dan banjir darah
Langsung girang walau cuma dapat kaos dengan warna warni terang,
Lalu lupa kalau dulu kita pernah di adu domba satu sama lain supaya saling perang
Langsung ceria meski terik panas membara di barter dengan lembar uang ribuan,
Lalu lupa kalau nanti mereka bertahta kita akan kembali jadi pesakitan
Dan sepulang dari hajatan,
Kelaparan kembali mendera
Negeri ku memang sudah tua,
Jadi maaf saja kalau sering lupa
14 Juni 2009,
2009, pas nih. jaman-jamannya mau pemilu jaman dulu. umur juga belum 17 tahun. belum bisa ikut nyoblos :)
Ms. A,
Jadi ingatannya juga terkadang jadi pelupa
Terlebih lagi sekarang ini akan ada pesta,
Yang di stempeli demokrasi katanya
Seperti kerbau yang dicucuk hidungnya
Langsung senang kalau di suguhi panggung besar dengan penyanyi dangdut bergincu merah,
Lalu lupa kalau di tempat yang sama pernah ada hujan air mata dan banjir darah
Langsung girang walau cuma dapat kaos dengan warna warni terang,
Lalu lupa kalau dulu kita pernah di adu domba satu sama lain supaya saling perang
Langsung ceria meski terik panas membara di barter dengan lembar uang ribuan,
Lalu lupa kalau nanti mereka bertahta kita akan kembali jadi pesakitan
Dan sepulang dari hajatan,
Kelaparan kembali mendera
Negeri ku memang sudah tua,
Jadi maaf saja kalau sering lupa
14 Juni 2009,
2009, pas nih. jaman-jamannya mau pemilu jaman dulu. umur juga belum 17 tahun. belum bisa ikut nyoblos :)
Ms. A,
Waw, Aju. Puisinya keren :)
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteiya benner... :D
ReplyDeletekeren blognya nih hehe...