Lagi-lagi September
Angin panas berhembus ke arah timur Jakarta
Pohon-pohon pisang tertunduk sedih disinari terik matahari
Kemarau rupanya datang lebih awal
Aku ingat dongeng nenek ku
Meninggalkan rasa ngeri,
Berdua kita berpelukan, sembunyi dibalik lemari
Menerka-nerka kapan datangnya hantu ingatan yang bangkit
lagi,
Angin malam, dingin menuju selatan Yogyakarta
Menusuk pori-pori kulit kita,
Sebelum petani-petani selesai panen raya
Aku melihat api dimana-mana
Di mata mu, dimatanya, mata mereka
Membakar gabah-gabah yang baru akan dijemur
Tiap September tiba
Pada tanggal tiga puluh,
Kau lepas genggaman mu,
Katanya aku sudah ditempel hantu
Hantu ingatan yang kau simpan bertahun
Kau yang ditinggal kasih mu, bapak mu, ibu mu,
Kau yang ditenggelamkan massa, habis dibakar di tengah huru
hara
Apakah aku salah menafsirkan ingatan mu?
Ataukah ini namanya rindu?
kamu benci padaku sebab aku hinggap diingatan mu
Selalu,

Comments
Post a Comment