Kamu tau rasanya melayang tapi bukan terbang?
Sekilas seperti senyum mu banyak mengambang di udara
Tapi tangan terlalu lemah menangkapnya
Tiap nafas ku penuh sesak harum kulit mu
Euforia kenikmatan
Aku ingin tinggal di dalam pikiran mu
Membuat film yang isinya kamu menari
Melayang-layang di ruang terbuka
Kita berdua menangkapi imanjinasi
Antara nyata dan khayalan
Kamu tau rasanya melayang tapi bukan terbang?
Menarik ku ke dimensi lain
Menjelajahi mimpi ku sendiri
Mendengar mu menyanyikan ku dongeng sebelum tidur
Dan menepuk pundak ku agar lelap
Membisikan ku puisi-puisi tentang
Betapa manisnya teh buatan ku hari ini
Bayangkan jika kaki mu menjauh
Berlari dari euforia ini
Salju meleleh di luar jendela
Dingin menusuk tulang dan urat-urat ku
Berpendar ke seluruh sel dan jaringan
Sepi memenjarakan ku dalam nyeri
Sepi memenjarakan ku dalam nyeri
Tak ada lagi hangat di dekap mimpi
Aku tak ingin mendarat ke bumi
Aku tak ingin mendarat ke bumi
Kamu, adalah adiksi
“love affects our brain like a drug. You will feel as if
you’re high on drugs and may also feel addicted to your lover. Both the good
and bad kind. Merely holding hands with them can calm your nerves and reduce
physical pain. “
“falling in love affects brain much like addiction,
scientists say.”
“you will feel literal pain when you get dumped”
“a broken heart, is a real heart condition that can actually
kill you.”
“but once you’ve won over your love, does the feeling fade
away?”
“we dont know.”
Jakarta, 23 april 2018
Ms. A,
Comments
Post a Comment