Skip to main content

Endorphin


Kamu tau rasanya melayang tapi bukan terbang?
Sekilas seperti senyum mu banyak mengambang di udara
Tapi tangan terlalu lemah menangkapnya
Tiap nafas ku penuh sesak harum kulit mu
Euforia kenikmatan

Aku ingin tinggal di dalam pikiran mu
Membuat film yang isinya kamu menari
Melayang-layang di ruang terbuka
Kita berdua menangkapi imanjinasi
Antara nyata dan khayalan

Kamu tau rasanya melayang tapi bukan terbang?
Menarik ku ke dimensi lain
Menjelajahi mimpi ku sendiri
Mendengar mu menyanyikan ku dongeng sebelum tidur
Dan menepuk pundak ku agar lelap
Membisikan ku puisi-puisi tentang
Betapa manisnya teh buatan ku hari ini

Bayangkan jika kaki mu menjauh
Berlari dari euforia ini
Salju meleleh di luar jendela
Dingin menusuk tulang dan urat-urat ku
Berpendar ke seluruh sel dan jaringan
Sepi memenjarakan ku dalam nyeri
Tak ada lagi hangat di dekap mimpi
Aku tak ingin mendarat ke bumi
Kamu, adalah adiksi


“love affects our brain like a drug. You will feel as if you’re high on drugs and may also feel addicted to your lover. Both the good and bad kind. Merely holding hands with them can calm your nerves and reduce physical pain. “

“falling in love affects brain much like addiction, scientists say.”
“you will feel literal pain when you get dumped”
“a broken heart, is a real heart condition that can actually kill you.”
“but once you’ve won over your love, does the feeling fade away?”
“we dont know.”

Jakarta, 23 april 2018

Ms. A,




Comments

Popular posts from this blog

Surat

Semalam, sebelum matahari membelah dirinya sendiri, dan terbenam bukan pada barat atau timur. Ibu menyuruh ku menutup jendela dan mencegah angin musim dingin masuk dan bertamu. Lalu menyakiti ku yang masih ingin berlindung dalam selimut. yang hangatnya tak pernah lebih atau menang atas rasa hangat yang dari hati mu, pada ku. Dan tiba-tiba saja aku ingin menulis sebuah surat untuk kau, yang sedang berkelana nun jauh entah dimana. Aku ingin tau apa kau juga merasakan dinginnya angin malam musim dingin seperti ku saat ini. Apa kau juga sedang berlindung dalam selimut seperti ku saat ini. Dan yang akan selalu aku ingin ketahui, apa kau juga rindu lalu ingin menulis surat untuk ku seperti yang ku rasakan saat ini. Atau malah kau sedang sibuk menjelajahi dunia, dan lupa pada ku. Lupa pada kita?. Kalau sudah begini aku tak bisa lagi menguasai hati ku sendiri, yang sudah sesak dirasuki rasa keingintahuan ku, atas keberadaan diri mu. Juga dengan hati mu. Ku tulis sebuah surat yang k...

Mudik

Esensi lebaran Meski mengular panjang Tradisi menjamu rindu Yang tak bosan bertamu Kakek nenek semakin renta  Keponakan ramai ceria Sepupu-sepupu yang beranjak dewasa Saudara jauh yg tampan dan jelita Aku masih tetap sediakala Sekedar rindu pada teh kental buatan mu, Ms. A, 

Tubuh Ibu

sebuah rujukan untuk Nya : katakanlah aku “jalang..” karna tak bisa ku penuhi hasrat mu atau, sebut aku “kotor..” kalau tak dapat ku daki tebing tertinggi mu karena di balik kemeja mu lah hidup ku, kau jahit meski aku harus robek dan, memang sudah maka ku beri izin kau untuk pereteli jiwa ku dan silahkan telanjangi nurani ku supaya anak-anak ku berhenti menangis tiap kali lihat seragam dan tidak lagi makan nasi aking.. 22 Desember, 2009 Ms. A,