Skip to main content

New Year Eve

Pergantian tahun kali ini sama saja dengan tahun kemarin, tak banyak perbedaan. Dirumah, ketak ketik handphone, browshing, habis itu bantu-bantu mama dan bulek bbq-an. Lalu tidur dengan perut kekenyangan hehe. Bosan sebenarnya tapi mau bagaimana lagi. Sudah 2 tahun absen tahun baruan dengan Pience, perempuan-perempuan aneh itu sibuk dengan kesibukan mereka masing-masing. Saya sibuk mengemas kebosanan saya dengan nulis blog. Sudah hampir setahun absen menulis, benar-benar menulis maksudnya. Selama 2013 ini kebanyakan tulisan saya, sudah ditulis sejak lama. Pacar mesti merayakan tahun barunya dengan keluarga, lewat acara tahunan orang Batak, namanya Mandok Hata, saya kurang paham bagaimana menulisnya hehe. Sementara teman yang lain sudah punya perayaan masing-masing. Tahun ini saya hanya berempat dirumah saya, Dindut, mama, dan lek Turi, si papa tahun baruan dengan Pak Lurah di Kelurahan, Saqi mungkin dengan teman/pacarnya, Fajar sudah berangkat ke Puncak sejak kemarin dengan teman-teman SMA-nya. Tinggalah kami berempat, yang kebetulan memang kaum orang-orang gendut yang tertindas dirumah :p kecuali Dindut, gendutnya nggak konsisten dulu gendut, sekarang sudah kurusan mungkin sedang pubertas. Ibarat kepompong yg gagal, dia sekarang sudah bukan ulat gendut yang makan terus. Sudah jadi kupu-kupu kurus yang kerja-nya nonton Kamen Rider dengan subtitle Indonesia. Akhirnya dia memiliki idola juga, selain fast food.

Dan akhirnya usaha saya lari di treadmill berhari-hari pun akan kandas malam ini, mama sudah membeli ayam, kerang, ikan, dan sosis untuk dimasak/dibakar. Meski bosan saya mesti tetap bersyukur, mama masih punya uang lebih untuk memeriahkan tahun baru dirumah, meski akan membuat seisi rumah bau asap. Mungkin ada banyak orang yang tak peduli tahun akan berakhir atau tidak, sebab bergantinya tahun belum tentu mengganti nasib mereka, ada yang justru sibuk bekerja atau mencari nafkah melayani orang-orang yang menghabiskan uang untuk senang-senang. Ada banyak juga yang tetap menaruh harapan, semoga tahun depan tidak sampai putus sekolah, orangtuanya sehat terus, perut bisa terus kenyang, dan kebutuhan tercukupi, serta bisa ibadah dengan damai, kelihatannya remeh, tapi mungkin penting buat mereka, sebab harapan tak boleh habis meski kalender sudah berganti baru.

Tulisan ini adalah isi pikiran saya yang sok bijak dan sok tahu hehehe. Dimanapun kita menghabiskan malam pergantian tahun ini, di club malam, di rumah, di villa, di luar kota, di rumah teman, di mall, di hotel, di tepi pantai, di rumah sakit, di tempat kerja, dimanapun itu semoga tahun depan tahun depan adalah tahun yang ramah, seperti tukang-tukang becak di Jogja yang menawarkan jasa antaran keliling Malioboro J *nggaknyambung* 


Tiup terompeeeeeeet! cheers! :D


Ms. A,

Comments

Popular posts from this blog

Surat

Semalam, sebelum matahari membelah dirinya sendiri, dan terbenam bukan pada barat atau timur. Ibu menyuruh ku menutup jendela dan mencegah angin musim dingin masuk dan bertamu. Lalu menyakiti ku yang masih ingin berlindung dalam selimut. yang hangatnya tak pernah lebih atau menang atas rasa hangat yang dari hati mu, pada ku. Dan tiba-tiba saja aku ingin menulis sebuah surat untuk kau, yang sedang berkelana nun jauh entah dimana. Aku ingin tau apa kau juga merasakan dinginnya angin malam musim dingin seperti ku saat ini. Apa kau juga sedang berlindung dalam selimut seperti ku saat ini. Dan yang akan selalu aku ingin ketahui, apa kau juga rindu lalu ingin menulis surat untuk ku seperti yang ku rasakan saat ini. Atau malah kau sedang sibuk menjelajahi dunia, dan lupa pada ku. Lupa pada kita?. Kalau sudah begini aku tak bisa lagi menguasai hati ku sendiri, yang sudah sesak dirasuki rasa keingintahuan ku, atas keberadaan diri mu. Juga dengan hati mu. Ku tulis sebuah surat yang k...

Mudik

Esensi lebaran Meski mengular panjang Tradisi menjamu rindu Yang tak bosan bertamu Kakek nenek semakin renta  Keponakan ramai ceria Sepupu-sepupu yang beranjak dewasa Saudara jauh yg tampan dan jelita Aku masih tetap sediakala Sekedar rindu pada teh kental buatan mu, Ms. A, 

Tubuh Ibu

sebuah rujukan untuk Nya : katakanlah aku “jalang..” karna tak bisa ku penuhi hasrat mu atau, sebut aku “kotor..” kalau tak dapat ku daki tebing tertinggi mu karena di balik kemeja mu lah hidup ku, kau jahit meski aku harus robek dan, memang sudah maka ku beri izin kau untuk pereteli jiwa ku dan silahkan telanjangi nurani ku supaya anak-anak ku berhenti menangis tiap kali lihat seragam dan tidak lagi makan nasi aking.. 22 Desember, 2009 Ms. A,